Kab.Subang

Upacara Puncak Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang, Tegaskan Semangat “Karya Nyata Subang Ngabret” untuk Pembangunan Berdampak

Upacara Puncak Hari Jadi ke-78 Kabupaten Subang, Tegaskan Semangat “Karya Nyata Subang Ngabret” untuk Pembangunan Berdampak
Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi. (Foto: humas pemkab subang)

SUBANG, BEBASberita.com - Puncak hari jadi Kabupaten Subang ke 78 telah berakhir. Namun semangatnya masih sangat terasa. Tidak hanya itu, bahkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Subang pun masih akan menggelar sejumlah kegiatan. Salah satunya pagelaran wayang golek yang rencananya akan digelar pada 17 April 2026 mulai pukul 19.30 WIB di Alun-alun Subang.

Sekedar informasi, puncak hari jadi Kabupaten Subang jatuh pada 5 April, namun Pemkab Subang baru melaksanakan di esok harinya yakni 6 April 2026. Di puncak acara tersebut seluruh unsur pemerintah, Forkopimda dan komponen masyarakat berkumpul di alun - alun untuk mengikuti upacara yang dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi yang dalam hal ini mewakili Bupati Subang, Reynaldi Putra Andita.

Dimomen ini suasana sakral begitu terasa. Tidak seperti biasanya nuansa kedaerahan turut ditampilkan. Di HUT Kabupaten Subang kali ini, seluruh unsur pemerintahan dari mulai camat hingga ke pimpinan OPD kompak mengenakan pakaian adat sunda. Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penting dalam merefleksikan perjalanan pembangunan daerah sekaligus memperkuat komitmen bersama menuju Subang yang lebih maju.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Agus Masykur mengungkapkan bahwa dalam satu tahun terakhir, kerja keras yang cepat dan nyata telah menghasilkan berbagai prestasi serta penghargaan di tingkat provinsi maupun nasional. Capaian tersebut, menurutnya, menjadi bukti kehadiran pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Lebih lanjut ia mengingatkan, bahwa peringatan hari jadi tidak boleh dimaknai sekadar sebagai seremoni, melainkan sebagai momentum untuk memastikan pembangunan berjalan dengan benar dan memberikan dampak nyata. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung, yakni “Karya Nyata Subang Ngabret: Mewujudkan Subang Unggul, Maju, Kompetitif, Sejahtera, dan Religius.”

Menurut Agus, keberhasilan pembangunan tidak bisa diukur dari banyaknya program yang dijalankan, melainkan dari sejauhmana kesejahteraan masyarakat meningkat. Ia mengajak seluruh jajaran untuk tidak hanya bekerja, tetapi berkarya dan menghadirkan dampak nyata. Fokus utama diarahkan pada pengawalan birokrasi dan program agar lebih efektif, dengan pelayanan publik yang cepat, tepat, dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.

Dalam arahannya, ia menegaskan pentingnya semangat kolaboratif, di mana pemerintah tidak berjalan sendiri, tetapi bersama rakyat dalam membangun daerah. “Bukan hanya berlari cepat sendiri, tetapi berlari bersama rakyat, ngawangun bareng rakyat,” tegasnya.

Agus pun mengajak seluruh unsur untuk meninggalkan pola kerja lama. Karena menurut dia, percepatan pembangunan menuntut inovasi dan ketanggapan. Keberhasilan bukan ditentukan oleh lamanya menjabat, melainkan oleh seberapa cepat memberikan dampak nyata.

Selain itu, Aparatur Sipil Negara (ASN) juga didorong untuk mampu bergerak cepat, adaptif, dan solutif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. ASN diharapkan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan di tengah masyarakat.

Upacara ini turut dihadiri oleh undangan dari DPRD Jawa Barat, Ketua DPRD Kabupaten Subang, Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, unsur Forkopimda, para camat, para mantan bupati, perwakilan BUMD/BUMN, organisasi masyarakat, organisasi perempuan, organisasi profesi, para pimpinan daerah lain, insan pers, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan sinergi dan dukungan bersama dalam membangun Kabupaten Subang ke arah yang lebih baik.

Satu hal yang perlu diinformasikan, bahwa di momen HUT Kabupaten Subang ke 78 tahun ini, Pemkab Subang juga menggelar lomba gapura yang berpesertakan OPD dan kecamatan se Kabupaten Subang. Sejauh yang terlihat, gapura - gapura yang ada umumnya berbahan dasar dari bambu.

Editor : Redaksi