Kab.Subang

Wakil Bupati Subang Optimis Angka Stunting Dapat Ditekan

Wakil Bupati Subang Optimis Angka Stunting Dapat Ditekan
Rapat Evaluasi Penanganan Stunting yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Kota Bandung. (Foto: humas pemkab subang)

‎BANDUNG, BEBASberita.com - Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosadi menyampaikan optimismenya, bahwa angka stunting di Indonesia khususnya di Jawa Barat dapat ditekan dan Indonesia Emas 2045 akan tercapai. Pernyataan tersebut disampaikan Agus usai mengikuti Rapat Evaluasi Penanganan Stunting yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Aula Rapih Repeh, Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa (7/4/2026).

Meskipun Kabupaten Subang termasuk dalam 4 besar daerah dengan angka prevalensi stunting terkecil di Jawa Barat, namun Agus Masykur yang merupakan Ketua TP3S Kabupaten Subang tetap berkomitmen dalam penanganan stunting.‎

‎"Alhamdulillah hari ini kita rakor dengan Pemda Jawa Barat. Alhamdulillah Subang 4 besar terbawah di 12,4% di bawah rata-rata Provinsi meski masih jauh dari target ke depan yaitu 5%. Insyaallah kita akan terus berkomitmen dengan seluruh steakholder termasuk dengan BGN melalui MBG agar zero new stunting tercapai," ujarnya.

Rapat Evaluasi Penanganan Stunting Pemrev Jabar ini dibuka secara resmi oleh ‎Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan yang sekaligus sebagai Ketua Tim Pencegahan, Percepatan dan Penurunan Stunting (P3S) Provinsi Jawa Barat.

Dalam sambutannya Erwan menyampaikan terima kasih atas kehadiran Wakil Kepala Daerah sekaligus Ketua TP3S di daerah masing-masing yang menjadi bukti komitmen penanganan stunting. Menurut ‎‎Erwan, Provinsi Jawa Barat di 2024 merupakan provinsi terbaik dalam penanganan stunting.

‎‎Ia pun mewanti-wanti bahwa prestasi yang diraih harus terus ditingkatkan dan target angka stunting 5% dan zero new stunting di masa kepemimpinan Dedy Mulyadi bersama Erwan Setiawan dapat segera terwujud.

Sementara perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dr. R. Vini Adiani Dewi menuturkan, tujuan rapat ini adalah untuk mengetahui kondisi dan potensi penanganan stunting di tiap daerah.

‎‎"Kita akan melihat kondisi masalah gizi di setiap Kota/ Kabupaten dan mengetahui kekuatan dan potensi," ungkapnya.

Adapun angka prevalensi stunting Jawa Barat di tahun 2024 adalah 15,9% lebih baik dari 2023 yang mencapai 21,7% dan menjadikan Provinsi Jawa Barat sebagai Provinsi terbaik dalam penanganan stunting di tahun 2024.

Rapat Evaluasi Penanganan Stunting ini diikuti oleh para Wakil Kepala Daerah se Jawa Barat, Kepala OPD, dan tamu undangan.

Editor : Redaksi