Kab.Subang

Pemilik Warung Kuningan Tewas Dihantam Truk Boks, KDM Tf Rp25 Juta ke Suami Korban

Pemilik Warung Kuningan Tewas Dihantam Truk Boks, KDM Tf Rp25 Juta ke Suami Korban
Momen saat Gubernur Jabar Dedi Mulyadi VC dengan suami korban. (Foto: tangkapan layar video KANG DEDI MULYADI)

SUBANG, BEBASberita.com - Peristiwa truk boks yang menghantam warung dan menewaskan pemiliknya di Kampung Cijoged, Desa Lengkong, Kecamatan Cipeundeuy, Kabupaten Subang menuai keprihatinan, tak terkecuali Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Sabtu (28/3/2026), siang, pria yang akrab disapa KDM tersebut sengaja datang ke warung yang yang menjadi lokasi kecelakaan. Di warung tersebut KDM berbincang bersama seorang pria, warga setempat yang mengaku keluarga dari pemilik warung yang disewa korban.

"Ini yang punyanya (warung) dimana," tanya KDM kepada pria yang menjadi lawan bicaranya.

"Kalau tempatnya punya saudara saya. Tapi kalau yang punya warung namanya A Ojan, orang Kuningan. Sekarang dia di Kuningan. Kalau yang meninggal itu istrinya," jawab pria tersebut.

KDM langsung meminta pria lawan bicaranya untuk menghubungi suami korban yang disebut bernama Ojan. "Ada ga nomornya. Coba hubungi saya mau ngomong," kata KDM.

Tak lama, komunikasi antara KDM dengan Ojan, di Kuningan berlangsung secara video call (VC) menggunakan HP pria tersebut.

Namun ada momen menarik kala Ojan menyadari, bahwa orang yang menghubunginya itu ternyata orang nomor 1 di Jawa Barat. Ojan pun tampak kaget setengah tak percaya. "Ya Allah, ini mah Pak Haji Dedi Mulyadi, Pak Gubernur. Alhamdulillah, terima kasih Pak Haji Dedi," ujar Ojan.

Mendengar itu, KDM hanya tersenyum. Ia kemudian menyampaikan turut berbelasungkawa atas kematian istrinya dalam peristiwa kecelakaan lalu lintas tragis yang terjadi pada Kamis (26/3/2026).

Dalam perbincangan tersebut, KDM juga mempertanyakan adakah pertanggungjawaban dari sopir atau pemilik kendaraan, dan Ojan menjawab, belum ada apapun yang diterimanya.

"Belum ada pertanggungjawaban apapun Pak Haji (KDM). Dari sopir atau dari perusahaan. Saya kesini (Kuningan) aja pakai uang sendiri. Sampai buat ngurus-ngurus dari rumah sakit pakai uang sendiri. Tapi untung ada tetangga yang baik kasih pinjam. Alhamdulillah Pak Haji," kata Ojan.

Pasca tragedi yang merenggut istrinya, Ojan pun mengaku bingung sebab uang modal usahanya telah habis digunakan untuk biaya dari mulai pemulangan jenazah hingga kepemulasaraan dan sebagainya.

"Kalau uang sendiri dipakai ngurus-ngurus, berarti uang modalnya habis dong," kata KDM.

"Iya Pak Haji. Justru saya juga bingung. Pengennya saya tuh jualan lagi. Tapi gimana ya, kan uangnya kemarin kepake buat biaya," jawab Ojan dengan nada lirih.

Mendengar pengakuan polos Ojan, KDM terenyuh. Sebagai ungkapan keprihatinan ia pun lantas meminta Ojan mengirimkan nomor rekening. "Baik kang, kalau begitu kirim nomor rekening ya. Saya kirim (Tf/Transfer) sekarang uang Rp25 juta," ujar KDM.

Mendengar KDM akan memberi uang, tak ayal suasana berubah menjadi haru. Di ujung telepon nampak Ojan dengan posisi tangan salam tak henti menghaturkan terima kasih.

Dengan mata berkaca ia berucap dengan nada berat, "Ya Allah, terima kasih Pak Haji. Alhamdulillah Pak Haji". Ojan pun tampak terdiam bingung harus berkata apa. Dalam mimiknya tergambar antara bahagia bercampur haru.

Momen kala KDM datang ke warung yang menjadi lokasi kecelakaan maut hingga berbincang bersama suami korban diabadikan dalam video yang kemudian di unggah di akun media sosial KANG DEDI MULYADI.

Advertisement

Diketahui, kecelakaan yang merenggut nyawa istri pemilik warung Kuningan, Ojan terjadi pada Kamis (26/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Insiden bermula saat truk boks dengan nomor polisi BE 8270 RU yang melaju dari arah Subang menuju Purwakarta dengan kecepatan tinggi. Tiba di lokasi kejadian, truk tersebut oleng ke kanan hingga menyebrang jalur berlawan dan menabrak satu unit sepeda motor, dua warung lalu tiang listrik sebelum akhirnya terguling dengan posisi ban kanan di atas.

Kerasnya benturan membuat perempuan pemilik warung kopi Kuningan yang saat itu berada di depan warung ikut tertabrak dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian. Korban diketahui bernama Uin Karniah (34).

"Saat kejadian korban sedang berada di depan warungnya lagi beres-beres untuk kembali berdagang setelah pulang dari libur Lebaran," ujar Madi (49), warga setempat.

Madi menuturkan, tubuh korban ikut tertabrak lalu terpental sejauh kurang lebih 10 meter. "Begitu ketabrak itu, si korban sampai kepental kesini," tambah Madi sambil menunjuk titik dimana korban berada.

Madi juga menyebut, kedua warung yang ditabrak yaitu warung nasi goreng milik Mas Dodo dan warung kopi Kuningan. Saat kejadian hanya warung kopi kuningan yang sudah siap beraktifitas. "Kalau yang warung nasi goreng belum buka. Orangnya kan masih berlebaran," imbuhnya.

Kecelakaan yang menewaskan pemilik warung ini diduga karena sopir truk mengantuk. Hal tersebut sampaikan oleh Deni, sopir cadangan truk boks yang saat kejadian berada disamping sopir utama. "Ia kayanya sopir ngantuk," ucap Deni kepada awak media.

Deni juga menyebut, truk yang ditumpanginya baru menurunkan telur dan bermaksud kembali ke Tanggerang, Banten. "Kami udah nganter telor dan ini mau pulang lagi ke Tanggerang," jelasnya.

Kasus kecelakaan ini ditangani oleh Unit Lakalantas Polres Subang. Kasat Lantas Polres Subang, AKP M. Hardian Andrianto menegaskan, kecelakaan tragis tersebut tidak hanya menewaskan satu orang tapi juga melukai dua orang lainnya. Terkait kecelakaan ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Laka lantas ini menewaskan satu orang dan dua orang lainnya mengalami luka ringan. Seluruh korban sudah dibawa ke rumah sakit terdekat," katanya.

Editor : Redaksi