Warga Desa Arjasari Heboh Atap Rumahnya Rusak Ditimpa 'Hujan Biji - Bijian'
KAB.BANDUNG, BEBASberita.com - Warga Desa/Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung dihabohkan dengan 'hujan biji - bijian' yang melanda wilayahnya, Sabtu (31/1/2026). Diketahui biji - bijian tersebut adalah bibit tanaman keras yang sengaja ditabur mengunakan pesawat CASSA NC 212 I milik Pangkalan Udara Abdul Rachman Saleh, Malang yang diterbangkan dari Lanud Husen Sastranegara, Kota Bandung.
Kegiatan ini disebut Operasi Aeroseeding atau penyebaran bibit tanaman melalui udara yang tujuannya menghijaukan kembali kawasan hutan di daerah - daerah yang dianggap rawan longsor. Terselenggaranya kegiatan ini berkat kerjasama antara Pemkab Bandung dengan Lanud Sulaiman dan Lanud Husein Sastranegara.
Operasi Aeroseeding ini menyasar tiga desa di tiga kecamatan yang masing - masing Desa Wargaluyu di Kecamatan Arjasari, Desa Tarumajaya di Kecamatan Kertasari dan Desa Girimulya Kecamatan Pacet.
Namun demikian, alih - alih menghijaukan kawasan hutan, benih yang ditabur dari pesawat tersebut justru jatuh dipemukiman hingga menimpa atap rumah warga. Salah satu wilayah terdampak yaitu Desa Arjasari. Akibat 'hujan biji - bijian' ini sejumlah atap rumah warga dikabarkan rusak.
Kepala Desa (Kades) Arjasari, Rosiman yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Bahkan menurutnya, jatuhnya biji - bijian dalam jumlah besar menyebabkan kerusakan pada atap dan genteng rumah warga. Kades yang akrab disapa Wa Eros itu pun menyebut, jika penebaran benih tanpa kajian.
"Jadi gimana ya. Ini mah kaya yang asal - asalan. Kan akibatnya jadi tercecer. Warga yang terkena dampak jadi heboh dan mengeluhkan karena atap rumahnya pada bolong," ujar Wa Eros dalam sambungan telepon.
Dalam pernyataannya itu, Wa Eros pun tidak hanya mempertanyakan cara kerja sistem penyebaran, tetapi kualitas benih. Sebab menurut dia, banyak ditemukan benih dalam kondisi busuk dan tidak layak tanam.
"Kalau saya lihat dari biji - bijinya saya yakin tidak akan tumbuh karena banyak yang sudah busuk. Ini seperti menyebarkan sampah saja, bukan benih,” tegasnya.
Atas kejadian ini, Wa Eros pun meminta Pemkab Bandung dan pihak terkait dalam penyebaran benih ini untuk mengevaluasinya. Diapun menyarankan, agar dalam penyebaran benih ini cukup menggunakan drone, serta memastikan benih yang disebar memenuhi standar kualitas pertanian.
"Khususnya kepada Bapak Bupati Bandung mohon untuk dikaji ulang lah. Dan menurut saya, kalau cuma nebar benih, cukup lah pakai drone juga. Jadi jangan sampai niatnya baik, tapi dampaknya malah merugikan warga," tandasnya.
Terakhir, Wa Eros meminta agar Pemkab Bandung dan pihak terkait bertanggungjawab atas kerusakan pada rumah warganya. "Terakhir sebagai kepala desa, saya juga meminta bagaimana pertanggungjawabannya karena akibat benih - benih yang ditabur dari pesawat ini banyak atap rumah warga yang rusak. Saya juga mohon lah, penyampaian maafnya secara terbuka," pungkasnya.
Sekedar informasi, dalam Operasi Aeroseeding pesawat membawa 8 ton benih pohon berupa biji-bijian pohon keras maupun buah-buahan. Penebaran dilakukan di lahan-lahan kritis seperti di pegunungan dengan medan sulit dijangkau manusia maupun kendaraan.
Komandan Lanud (Danlanud) Sulaiman Marsma TNI Eko Sujatmiko menerangkan, Operasi Aeroseeding tersebut juga bertujuan untuk memperkuat vegetasi di lahan kritis, untuk menyerap air dan menahan erosi, sehingga mengurangi dampak atau potensi bencana banjir dan longsor.
Di Desa Wargaluyu Kecamatan Arjasari biji - bijian ini disebar di atas lahan seluas 123 hektare. Sedangkan di Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari disebar di lahan 137 hektare, dan Desa Girimulya, Kecamatan Pacet 478 Ha. Ketiga lahan ini sebelumnya sudah dilakukan survei.
“Operasi Aeroseding ini merupakan wujud nyata kerjasama TNI Angkatan Udara yakni Lanud Sulaiman Lanud Husein Sastranegara bersama Pemerintah Kabupaten Bandung, dan pihak lainnya yang mendukung operasi ini,” ucap Danlanud.
Sementara Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan, bahwa benih yang ditebar diperkirakan jumlahnya 5,2 juta biji-bijian dengan berat sekitar delapan ton. Biji-bijian tersebut berasal dari sumbangan para siswa SD dan SMP se-Kabupaten Bandung sebagai syarat untuk mengambil raport.
“Makanya Operasi Aeroseeding ini tidak menggunakan dana APBD sebab untuk benihnya saja kita tidak perlu beli melainkan hasil dari pengumpulan siswa SD dan SMP sebagai salah satu syarat pengambilan raport,” ujar Bupati Dadang.
Atas nama Pemkab Bandung, Bupati Dadang pun menyampaikan terima kasih kepada jajaran Lanud Sulaiman dan Husein Sastranegara, Panglima TNI dan KSAU dan pihak lain yang telah mendukung Operasi Aeroseeding ini.
Editor : Igoen Josef
TERPOPULER