Warga Pacet Kab.Bandung Minta Pemkab Pulihkan Kembali PBI BPJS
KAB.BANDUNG, BEBASberita.com - Warga Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung untuk mengaktifkan kembali PBI BPJS yang telah dihapus oleh pemerintah pusat.
Narasi permintaan pengaktifan kembali PBI BPJS ini mencuat dalam reses anggota Fraksi PDI Perjuangan, DPRD Kabupaten, Yayat Sumirat yang digelar di GOR Desa Maruyung, Kecamatan Pacet, pada Minggu(22/2/2026).
Menanggapi hal tersebut, Yayat Sumirat yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Bandung berjanji akan mengusulkannya ke pihak terkait agar PBI BPJS tersebut dipulihkan kembali.
"Untuk PBI BPJS yang sudah di hapus, nanti kita upayakan untuk dipulihkan kembali. Nanti akan saya sampaikan ke pihak terkait," ujar Yayat.
Reses DPRD Kabupaten Bandung masa sidang II tahun 2026 yang dilaksanakan Yayat Sumirat ini, dihadiri ratusan kader PDI Perjuangan tiap desa di Kecamatan Pacet. Reses berlangsung dinamis, sejumlah kader saling menyampaikan aspirasinya.
Selain soal PBI BPJS, aspirasi lain yang juga disampaikan warga yaitu, soal ketenaga kerjaan serta anggaran kewilayahan untuk Kecamatan Pacet. Warga meminta agar anggaran tersebut dialokasikan ke jalan lingkungan (desa), TPT dan PJU.
Dalam pernyataannya, Yayat juga menyadari jika anggaran kewilayahan di Kabupaten Bandung saat ini berkurang seiring kebijakan efisiensi. Namun hal tersebut, bukan berarti kegiatan tidak dilaksanakan secara maksimal.
Melalui reses ini, Yayat berharap warga dapat menyampaikan aspirasinya agar dapat segera dimasukan ke dalam pagu di musrenbang. "Jadi melalui reses ini kami juga menyisir kepada warga apabila ada aspirasi atau usulan - usulan, segera disampaikan. Mumpung pokir belum kami ditutup," kata Yayat.
Menyinggung soal ketenaga kerjaan, Yayat mengaku pihaknya telah mengalokasikan anggaran di Disnaker untuk biaya pelatihan calon tenaga kerja "Tadi ada juga yang menyampaikan soal ketenaga kerjaan. Dan saya sudah sampaikan, bahwa DPRD telah mengalokasikan anggaran di Disnaker untuk biaya pelatihan - pelatihan," jelasnya.
Editor : Igoen Josef
TERPOPULER