Info Bandung Raya

Pemprov Jabar Beri Solusi Bagi 1,9 Juta Warganya yang Dicoret dari PBI JKN

Pemprov Jabar Beri Solusi Bagi 1,9 Juta Warganya yang Dicoret dari PBI JKN
Istimewa

BANDUNG, BEBASberita.com - Polemik Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan bantuan pemerintah pusat kian memprihatinkan. Di Jawa Barat terdapat 1,9 juta warga penerima PBI JKN yang kini dinyatakan keluar dari daftar kepesertaan.

Kepala Dinas Sosial Jawa Barat, Noneng Komara Nengsih mengatakan, secara keseluruhan di Jawa Barat terdapat 15 juta warga yang menerima PBI JKN, 1,9 juta warga diantaranya dicoret kepesertaan. Pencoretan tersebut dilakukan setelah pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial melakukan ground check setiap tiga bulan sekali.

Proses ini berupa verifikasi dan pengecekan langsung di lapangan untuk mencocokkan data penerima bantuan, sekaligus menjadi bagian dari pendampingan Program Keluarga Harapan (PKH) yang dilaporkan ke Kemensos.

"Jadi bagi warga yang dikeluarkan tersebut karena dianggap tidak pantas memperoleh atau ada kekeliruan," ujar Noneng, Senin (9/2/2026).

Menurut Noneng, keluar-masuknya peserta PBI JKN merupakan proses yang dinamis dan akan terus terjadi setiap tiga bulan. Perubahan data bisa disebabkan berbagai faktor, mulai dari hasil verifikasi ulang, perpindahan domisili, hingga peserta yang meninggal dunia.

Di sisi lain, hasil verifikasi tersebut juga mencatat adanya warga baru yang masuk dalam skema PBI JKN. Noneng menyebut, saat ini terdapat sekitar 2,1 juta warga Jawa Barat yang tengah diproses untuk diaktifkan sebagai penerima PBI JKN.

"Total PBI yang masuk saat ini justru jumlahnya lebih tinggi, dan ini akan terus berubah setiap 3 bulan, ada yang meninggal dan atau pindah," ucapnya.

Kendati demikian, Noneng menegaskan, saat ini Dinas Sosial Jawa Barat tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menindaklanjuti arahan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang berencana mengambil alih pembiayaan kesehatan bagi 1,9 juta warga yang dicoret dari PBI JKN pusat. "Nanti Dinkes Jabar yang menjadi leading sector-nya, Dinsos Jabar membantu," terangnya.

Editor : Igoen Josef