Info Bencana

Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Operasi Pencarian Korban Tetap Dilanjutkan

Status Tanggap Darurat Longsor Cisarua Berakhir, Operasi Pencarian Korban Tetap Dilanjutkan
Status tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi berakhir. (Foto: ist)

BANDUNG BARAT, BEBASAberita.com - Status tanggap darurat bencana longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) resmi berakhir. Namun demikian, operasi pencarian korban tanah longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda tetap akan dilanjutkan seiring masa transisi dari tanggap darurat menuju pemulihan dengan pola operasi SAR terbatas.

SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana mengatakan, memasuki masa pascarehabilitasi dan rekonstruksi, Basarnas bersama unsur gabungan tetap hadir mendampingi proses yang berjalan. "Apabila terdapat informasi atau indikasi baru (penemuan korban) yang disampaikan di lokasi, Basarnas akan terus menindaklanjuti terkait penemuan atau dugaan adanya korban," ujar Ade Dian, Jumat (6/2/2026). 

.Ditegaskan, bahwa operasi pencarian telah dilaksanakan secara maksimal dengan dukungan lebih dari 3.100 personel gabungan, alat berat, ambulans, drone, serta unsur K9 yang dikerahkan secara terkoordinasi di seluruh sektor pencarian dan selama 14 hari ini, tim SAR telah menemukan 94 kantong jenazah dari target 80 korban dalam daftar pencarian. 

"Kantong jenazah itu sudah diserahkan ke posko Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk diidentifikasi. Hasilnya, hingga pukul 14.00 WIB, sebanyak 74 korban telah berhasil diidentifikasi dari 77 body pack, sementara sejumlah body pack lainnya masih dalam proses identifikasi lanjutan sesuai dengan prosedur forensik," jelasnya.

Diketahui, bencana tanah longsor yang melanda kawasan ini terjadi pada Sabtu (24/1/2026), dini hari. Berdasarkan catatan, sebanyak 48 rumah rata dengan tanah dan hampir seratus warga meninggal dunia akibat terjangan lumpur dan bebatuan yang meluncur dari Gunung Burangrang. 

Editor : Igoen Josef