Subang Raih Juara III Festival Dulag Istimewa
SUBANG, BEBASberita.com - Kabupaten Subang keluar sebagai juara III pada Festival 'Dulag Istimewa' (nabuh beduk) yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Halaman Gedung Sate, Kota Bandung, Jumat (20/3/2026). Penyerahan trofi dan bonus langsung dilakukan oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, di malam yang sama.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Ade Intra,S.Sn mengaku bangga dengan keberhasilan tim utusan Kabupaten Subang. Dia pun berterima kasih kepada Bupati, Wakil Bupati juga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta semua pihak tak terkecuali masyarakat Subang, yang telah memberikan suport dan doa hingga Subang mampu memboyong gelar juara III.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Subang, Ade Intra,S.Sn. (Foto: dok. ist)
"Tentu kami sangat bersyukur dan bahagia. Terima kasih Bupati Bapak Bupati, Bapak Wakil Bupati juga Bapak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta masyarakat Subang atas suport dan doanya sehingga kami berhasil membawa pulang trofinya. Insya Alloh tahun depan akan kami tingkatkan lagi," ujar Ade Intra kepada BEBASberita.com, Rabu (25/3/2026).
Sekedar untuk diketahui, sistem penilaian di Festival Dulag Istimewa ini meliputi keselarasan tabuh dan kumandang takbir serta kekompakan pesertanya. Di titik ini, keberhasilan Kabupaten Subang tentu perlu diapresiasi. Meski berada di tingkat III, namun prestasi ini menjadi gambaran betapa ketatnya persaingan.
Festival Dulag Istimewa ini berlangsung meriah diikuti oleh 57 peserta, yang terdiri dari 37 peserta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat dan 20 peserta dari kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Penyelenggaraan Festival 'Dulag Istimewa' di malam takbiran tidak hanya dalam rangka memeriahkan Hari Raya Idul Fitri 1447H/2026 M, lebih dari itu bertujuan untuk melestarikan tradisi yang saat ini sudah jarang dilakukan di masjid-masjid, sekaligus sebagai ajang silaturahim.
"Tradisi 'nabuh beduh' jangankan di pusat kota, di desa saja hampir sudah tidak ada. Masjid sudah banyak yang tidak memiliki beduk," ucap Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Selain itu menurut Dedi, Festival Dulag Istimewa juga digelar dengan tujuan agar kegiatan serupa, seperti takbiran, dilakukan lebih tertib. "Tidak dalam bentuk takbiran keliling, menimbulkan kemacetan, kadang menghadirkan konflik," katanya.
Untuk tingkat OPD Provinsi Jawa Barat, juara satu diraih Dinas Kesehatan, juara dua Dinas Pendidikan dan juara tiga Badan Kepegawaian Daerah. Juara harapan satu diraih Sekretariat Daerah, juara harapan dua Dinas Penanaman Modal dan juara harapan tiga BPBD. Sementara, untuk juara favorit kategori OPD diraih Dinas Sumber Daya Air.
Sementara dikategori kabupaten dan kota, juara satu diraih Kabupaten Karawang, juara dua Kabupaten Purwakarta dan juara tiga Kabupaten Subang. Juara harapan satu diraih Kabupaten Sumedang, juara harapan dua Kabupaten Majalengka dan juara harapan tiga Kabupaten Bandung.
Adapun, pemenang favorit kategori kabupaten dan kota diraih Kota Tasikmalaya. Selain mendapatkan tropi, para pemenang Festival Dulag Istimewa 1447H/2026 M juga mendapatkan uang pembinaan masing-masing untuk juara pertama senilai Rp 15 juta, juara kedua senilai Rp 12,5 juta dan juara ketiga senilai Rp 10 juta.
Untuk pemenang harapan juga mendapatkan tropi dan uang pembinaan masing-masing untuk Harapan I Rp 7,5 juta, Harapan II Rp 5 juta dan Harapan III Rp 2,5 juta. Sementara untuk peserta favorit mendapatkan tropi dan uang pembinaan sebesar Rp10 juta.
Editor : Redaksi
TERPOPULER