Kab.Simalungun

Polsek Dolok Pardamean Hentikan Kasus Penganiayaan yang Mengakibatkan Korbannya Meninggal Dunia. Alasannya?

Polsek Dolok Pardamean Hentikan Kasus Penganiayaan yang Mengakibatkan Korbannya Meninggal Dunia. Alasannya?
Gambar: Ilustrasi

SIMALUNGUN, BEBASberita.com - Polsek Dolok Pardamean, Polres Simalungun akhirnya menghentikan proses pengungkapan kasus penganiayaan yang mengakibatkan korbannya meninggal dunia. Hal ini terjadi secara otomatis setelah aparat menemukan pelaku juga meninggal dunia.

Kasus bermula saat korban Sahrul Sidauruk (45) dan pelaku Ridon Tampubolon (49) terlibat cekcok di sebuah kedai tuak di wilayah Kecamatan Dolok Pardamean pada Sabtu (24/1/2025), malam. Namun kemudian percekcokan itu berhenti begitu saja dan Ridon pergi meninggalkan kedai tuak tersebut.

Kasus penganiayaan yang menyebabkan korban meninggal dunia ini terjadi diluar kedai dimana Ridon yang masih belum menganggap percekcokan itu selesai, rupanya menunggu Sahrul.

Tak lama Sahrul muncul dengan menggunakan sepeda motor dan Ridon menghentikannya. Disini percekcokan dua pria yang terpengaruh alkohol kembali terjadi. Malah percekcokan kian panas hingga akhirnya Ridon menikam Sahrul dengan senjata tajam hingga ambruk dan Ridon langsung melarikan diri usai melihat lawannya tak berdaya

Sementara warga yang melihat kejadian tersebut langsung melaporkannya ke Polsek Dolok Pardamean dan korban Sahrul dibawa ke rumah sakit di Kota Siantar, namun sayang diperjalanan nyawanya tidak tertolong.

Tak lama polisi tiba di lokasi dan langsung melakukan penyelidikan. Setelah dirasa cukup bukti, malam itu juga aparat langsung melakukan pengejaran namun sayang pelaku Ridon tak ditemukan.

Singkatnya pada Senin (26/1/2026) sore Polsek Dolok Pardamean kembali menerima laporan warga. Kali ini dalam laporannya warga menyebutkan telah menemukan seorang pria meninggal dunia dengan posisi leher tergantung dibatang penyangga atap sebuah gubuk di area perladangan wilayah Nagori (Desa) Parik Sambungan atau tak jauh dari kampung korban Sahrul dan pelaku Ridon yakni Kampung Panglong.

Tak lama polisi tiba dilakosi, namun setelah dilakukan pengecekan rupanya pria yang tergantung tersebut ada Ridon, pelaku penganiayaan yang mengakibatkan korban Sahrul meninggal dunia.

Kapolsek Dolok Pardamean, AKP Restuadi yang dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. "Laporannya yang kami terima pada Senin sore. Setelah dilakukan pengecekan rupanya, pria itu adalah pelaku penikaman," jelas Kapolsek Restuadi kepada wartawan di kantornya, Selasa (27/1/2026).

Menurut Kapolsek, mengingat pelaku penikaman yang mengakibatkan korbannya juga meninggal dunia, maka secara otomatis proses hukum kasus tersebut dihentikan.

"Dan kedua jenazah sudah kami serahkan keduanya ke keluarga masing - masing untuk dilakukan penguburan. Dan karena pelakunya juga meninggal dunia maka secara otomatis kasus ini dihentikan," tandasnya.

Editor : Igoen Josef