Wakil Bupati Subang Periode 2003-2008 Tutup Usia. H Bambang Herdadi Ungkap Saat Berjuang Bersama Almarhum
SUBANG, BEBASberita.com - Politisi senior PDI Perjuangan DPC Kabupaten Subang, yang sekaligus Wakil Bupati Subang Periode 2003-2008, H Maman Yudia tutup usia.
Almarhum menghembuskan nafas terakhirnya di RSUD Ciereng, Kabupaten Subang, pada Sabtu (11/4/2026) pukul jam 15.45 WIB. Sebelum meninggal dunia, almarhum dikabarkan sempat menjalani perawatan medis akibat sakit yang dideritanya.
Kabar meninggalnya H Maman Yudia dibenarkan oleh rekan yang sekaligus sahabat almarhum, H Bambang Herdadi.
"Benar, H Maman Yudia meninggal dunia tadi sore di RSUD Ciereng," ujar H Bambang dalam sambungan telepon.
Dalam perbincangan bersama bebasberita.com, H Bambang yang saat ini tercatat sebagai kader PKS, sedikit mengulas riwayat perjalanannya bersama almarhum, saat aktif di PDI Perjuangan dimasa transisi reformasi.
Saat itu, dirinya bersama Almarhum Maman Yudia serta H Eep Hidayat, berjuang bersama membesarkan PDI Perjuangan di Kabupaten Subang. Selama berkiprah di dunia politik, ia menilai almarhum sosok yang baik.
"Insya Allah, almarhum ini orangnya baik. Bahkan ketika menjabat wakil bupati pun almarhum ini cukup profesional, proforsional dan tahu tugas pokok serta fungsi (tupoksi). Selain itu, sebagai seorang pemimpin beliau memiliki gaya yang khas. Beliau juga cerdas dan kharismatik," tutur H Bambang.
Sekedar untuk diketahui, H Bambang Herdadi, H Maman Yudia dan H Eep Hidayat adalah tiga sekawan. Mereka pernah berjuang bersama membangun dan membesarkan PDI Perjuangan Kabupaten Subang dimasa transisi reformasi.
Alhasil kerja keras mereka untuk PDI Perjuangan masa itu mampu mengantarkan ketiganya ke puncak karir politik tertinggi di Kabupaten Subang. H Eep Hidayat sebagai Bupati, H Maman Yudia, Wakil Bupati dan H Bambang Herdadi duduk sebagai Ketua DPRD.
"Waktu itu kan, saya sama almarhum, Pak Maman Yudia serta Pak Eep Hidayat. Kita tumbuh bersama dimasa setelah reformasi. Kita berjuang bersama tuh. Dan Alhamdulillah akhirnya PDI Perjuangan Subang berhasil jadi pemenang pemilu," katanya.
H Bambang mengaku, terakhir bertemu almarhum sekitar seminggu sebelum Idul Fitri 2026. Saat itu dirinya sengaja berkunjung ke kediaman almarhum di Subang untuk sekedar mengetahui kondisinya yang dikabarkan sakit.
"Waktu itu kalau ga salah saya ketemu itu sekitar seminggu sebelum lebaran (Idul Fitri 2026). Dan memang, beliau ini sakitnya cukup parah ya. Malah ke saya juga hampir-hampir tidak ingat. Tapi setelah mendengar suara saya, akhirnya beliau tahu kalau itu saya," ungkapnya.
Menutup pembicaraannya, secara khusus H Bambang menyampaikan turut berdukacita atas meninggalnya H Maman Yudia.
"Sebagai seorang muslim tentu saya akan mendoakan yang terbaik, apalagi beliau juga telah berjasa membangun Subang. Semoga almarhum khusnul khotimah dan kepada keluarga yang ditinggalkan semoga diberi ketabahan dan keiklasan," pungkasnya.
Sekedar informasi, prosesi pemakaman Almarhum H Maman Yudia rencananya akan digelar kampung halaman asalnya yaitu, di wilayah Kecamatan Patobeusi, Kabupaten Subang pada Minggu (11/4/2026), besok.
Editor : Redaksi
TERPOPULER