SERBA - SERBI

HIPAKAD Kab.Bandung Berduka, Endang Asmara Tutup Usia

HIPAKAD Kab.Bandung Berduka, Endang Asmara Tutup Usia
Ucapan belasungkawa HIPAKAD Kab.Bandung. (Foto: ist)

KAB.BANDUNG, BEBASberita.com - Kabar duka datang dari Keluarga besar Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD), DPC Kabupaten Bandung setelah salah seorang anggotanya, Endang Asmara meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026), malam.

"Kami keluarga besar HIPAKAD DPC Kabupaten Bandung menyampaikan turut berduka atas 'kepergian' Bapak Endang Asmara. Semoga amal ibadan almarhum semasa hidup diterima oleh Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan," ujar Ketua HIPAKAD DPC Kabupaten Bandung, Nurlaela Wirayudawati Chan dalam keterangannya.

Endang Asmara menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 20.00 WIB. Kabar meninggalnya almarhum pertama kali konfirmasi oleh anaknya kepada tetangga yang kemudian diteruskan kepada pengurus RT wilayah kediaman almarhum di Komplek Pesona Alam Mutiara Blok.B, Desa Ciheulang, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Almarhum Endang Asmara meninggal dunia di usia sekitar 66 tahun. Ia meninggalkan anak semata wayang yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar, dari pernikahan terakhir bersama istri yang sudah meninggal lebih dulu.

Selama hidup almarhum dikenal sebagai sosok yang pandai bergaul. Dari mulai kalangan bawah hingga pejabat pernah dekat dengan beliau.

Karir usaha terakhirnya didunia jurnalistik. Bahkan almarhum juga pernah mendirikan media cetak berupa tabloid dengan nama Aspirasi Rakyat atau dikenal dengan sebutan Asra. Selain itu, almarhum juga pernah tercatat sebagai anggota PWI Jawa Barat saat PWI Jabar dipimpin oleh H Yoyo Asdjudiredja belasan tahun silam. Proses pemakaman rencananya akan dilakukan pada Senin (6/4/2026) besok.

Sekedar informasi, dua hari menjelang kematiannya, almarhum sempat bertandang ke rumah, Muhamad Qory, sahabatnya di Ciparay. Kepada Qory, ia mengeluh sakit dibagian kaki.

"Secara umum kelihatannya baik-baik saja ya. Tapi pas datang ke saya itu terakhir hari Sabtu dia memang sempat mengeluh sakit katanya dibagian kaki," ujar Qory dalam sambungan telepon.

Qory mengaku tidak menyangka almarhum akan 'pergi' begitu cepat. Bagi Qory almarhum orang yang baik. Dalam seminggu bisa dua atau tiga kali datang ke kediamannya untuk sekedar ngopi, ngerokok lalu ngobrol ngalor ngidul.

"Almarhum itu orang baik. Insya Allah dia orang baik. Dalam seminggu beliau bisa dua atau tiga kali main ke saya. Ya, cuma sekedar sekedar ngopi, ngerokok lalu ngobrol ngalor ngidul," ungkap Qory. "Semoga Almarhum Bapak Endang Asmara khuznul khotimah," sambungnya.

Editor : Redaksi