Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS Terungkap, Empat Anggota TNI Ditahan
JAKARTA, BEBASAberita.com - Kasus penyiraman air keras ke aktivis KontraS, Andrie Yunus terungkap. Pelaku berjumlah empat orang yang seluruhnya merupakan tentara aktif dan bertugas di Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI dari matra AL dan AU.
Pusat Polisi Militer TNI menyatakan kasus akan ditangani oleh TNI dengan mekanisme peradilan militer. Komandan Puspom TNI, Mayor Jenderal Yusri Nuryanto, menegaskan bahwa keputusan tersebut sesuai dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang TNI.
Undang-Undang tersebut menyebutkan bahwa perbuatan pidana yang melibatkan anggota TNI diselesaikan melalui peradilan militer. Yusri memastikan kasus ini akan ditangani dengan profesional dan transparan.
"Selama ini kan untuk persidangan di militer ini kan selalu terbuka ya tidak pernah istilahnya persidangan tertutup," ujarnya dalam jumpa pers di Mabes TNI, Jakarta, Rabu (18/3/2026).
Yusri berjanji lambaganya akan mengusut kasus penyiraman air keras yang menimpa Andrie hingga tuntas. Setiap tahap penanganan perkara akan diumumkan kepada publik.
"Kita nanti akan sampaikan bagaimana tahap-tahap mulai nanti proses penyidikan, pemberkasan, kemudian penyerahan berkas kepada otmil (oditur militer) ya untuk disidangkan," katanya.
Ia menyampaikan rencananya para pelaku akan dijerat dengan dugaan penganiayaan yang dimuat dalam Pasal 467 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab UU Hukum Pidana.
"Di situ ada ayat 1 dan 2, di mana ancaman hukumannya juga sudah tertuang yaitu ada yang empat tahun dan ada yang tujuh tahun," jelasnya.
Keempat prajurit TNI itu, kata Yusri, merupakan anggota Denma BAIS TNI. Mereka berasal dari matra Angkatan Laut (AL) dan Angkatan Udara (AU). Tiga dari empat tersangka berpangkat perwira.
"Jadi Kapten NDB, Lettu SL, Lettu BHW, Serda ES. Waktu penyidikan kita akan bekerja semaksimal mungkin dengan harapan dapat kita lakukan secepatnya secara profesional," ujar Yusri.
Yusri menambahkan belum mengumumkan peran dan motif di balik aksi penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS Andrie Yunus. "Jadi kita masih mendalami motifnya," katanya.
Editor : Igoen Josef
TERPOPULER