Kab.Simalungun

200 Jembatan Garuda di Simalungun Resmi Beroperasi

200 Jembatan Garuda di Simalungun Resmi Beroperasi
Kapolres AKBP Marganda Aritonang bersama Bupati Anton Achmad Saragih dan unsur Forkopimda lainnya juga sejumlah pelajar. (Foto: ist)

SIMALUNGUN, BEBASberita.com - Sebanyak 200 Jembatan Garuda di Kabupaten Simalungun resmi beroperasi. Prosesi louncing dan sekaligus peresmiannya langsung dilakukan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjutak melalui tayangan virtual yang dipusatkan di Desa Lhok Kutunggu, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, pada Senin (9/03/2026). Louncing Jembatan Garuda tersebut juga diikuti serentak oleh para pimpinan daerah di Indonesia.

Di Kabupaten Simalungun acara digelar di Jembatan Baley, Huta Marubun III, Sitampulak, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa. Kapolres AKBP Marganda Aritonang bersama Bupati H Anton Achmad Saragih beserta unsur Forkopimda lainnya turut dalam momen bersejarah tersebut.

Kehadiran Kapolres Simalungun dalam momen bersejarah ini menjadi simbol nyata dari soliditas dan sinergi antara TNI dan Polri dalam mendukung program pembangunan infrastruktur yang langsung menyentuh kehidupan masyarakat di daerah.

Kapolsek Tanah Jawa Kompol Banuara Manurung yang dimintai komentarnya menjelaskan makna penting dari program Jembatan Garuda bagi masyarakat Simalungun. Menurut dia, Jembatan Garuda yang diresmikan KSAD sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini membutuhkan akses infrastruktur yang lebih baik.

Bupati Simalungun H. Ahmad Anton Saragih dalam sambutannya mengapresiasi terwujudnya program infrastruktur strategis ini di wilayahnya.

Menurut Bupati, program 200 Jembatan Garuda adalah wujud kerja nyata TNI AD dalam membangun konektivitas di berbagai pelosok Indonesia — memastikan akses jalan dan jembatan yang layak hadir di daerah-daerah yang selama ini terisolasi atau memiliki infrastruktur terbatas.

"Di Kabupaten Simalungun, kehadiran jembatan ini membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini harus memutar jauh atau melewati jalan yang tidak layak," katanya.

Editor : Igoen Josef