Info Sukabumi Raya

Jasad Dengan Kaki - Tangan Terikat di Sukabumi, Anak Korban Curiga Dendam Seseorang

Jasad Dengan Kaki - Tangan Terikat di Sukabumi, Anak Korban Curiga Dendam Seseorang
Seorang pria di Kabupaten Sukabumi ditemukan tak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Saat ditemukan, posisi tangan dan kaki terikat dan wajah ditutupi. (Foto: ist)

KAB.SUKABUMI, BEBASberita.com - Seorang pria di Kabupaten Sukabumi ditemukan tak bernyawa dengan kondisi yang sangat mengenaskan. Saat ditemukan, posisi tangan dan kaki terikat dan wajah ditutupi. Dugaan sementara korban tewas usai dianiaya sebab dibagian kepalanya terdapat luka seperti bekas hantaman benda tumpul.

Jasad korban yang belakangan diketahui bernama Lani (53), pertama kali ditemukan oleh sang anak bernama Habul Hamid di area persawahan, daerah Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Kamis (12/2/2026), siang.

Saat itu Habul yang sedang berada di rumah menerima telepon dari warga yang menyebutkan bahwa ayahnya sedang terlibat cekcok di lokasi kejadian. Menurut Habul orang yang menghubungi via telepon mengaku Pak Mandor

"Saat lagi di rumah ada yang menelepon, katanya Pak Mandor. Dia bilang bapak saya lagi cekcok sama warga. Lalu saya bilang tunggu, nanti saya ke situ, jangan dulu diapa-apain, tunggu aja saya datang," kata Habul kepada wartawan, Jumat (13/2/2026).

Habul pun bergegas memacu sepeda motornya menuju lokasi yang berjarak sekitar 30 menit dari rumahnya. Namun, setibanya di Tempat Kejadian Perkara (TKP), ia mendapati ayahnya sudah meninggal dunia dengan posisi tangan dan kaki terikat dan bagian wajah yang ditutupi.

"Posisi waktu itu tergeletak di sawah, tangan dan kakinya diikat. Matanya ditutupi, ga tau pakai apa, plastik apa kain saya engga tahu," ungkapnya.

Untuk lebih memastikan kondisi ayahnya, Habul kemudian menghubungi kerabat dan rekan kerjanya. Di lokasi Habul selanjutnya memeriksa kondisi fisik ayahnya. Ia melihat ada tanda-tanda kekerasan benda tumpul yang cukup parah di bagian kepala.

"Kira-kira itu kelihatan dari secara mata saya ya, memar di muka. Di belakang kepalanya lembek, dan (ada) luka-luka serius," tuturnya.

Habul menduga ayahnya tewas akibat hantaman benda tumpul. Dugaan ini diperkuat dengan ditemukannya potongan kayu di sekitar lokasi penemuan mayat.

Melihat kondisi luka dan situasi di lapangan, Habul meyakini ayahnya menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan lebih dari satu orang.

"Kalau dilihat dari kondisinya, ada kemungkinan dikeroyok sama lebih dari satu orang. Ya itu cuma perkiraan saya," ujarnya.

Ditanya apakah korban mempunyai latarbelakang masalah? Habul menyebut ayahnya memang memiliki masalah dengan pihak lain, namun ia merasa jika masalah tersebut sudah selesai.

"Pernah ada perkara sama orang, tapi sudah damai sudah selesai. Mungkin dipermasalahkan lagi, ada yang tidak terima, mungkin juga ada unsur dendam atau apa saya engga tahu," katanya singkat.

Kini, Habul menyerahkan sepenuhnya kasus kematian ayahnya kepada pihak kepolisian. Ia berharap para pelaku yang tega menghabisi nyawa ayahnya segera tertangkap.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi AKP Hartono yang dikonfirmasi menegaskan, terkait masalah tersebut hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah orang diduga terkait dengan peristiwa tewasnya korban.

"Iya, saat ini kami masih memeriksa saksi-saksi. Ada beberapa orang yang kami duga mengetahui peristiwa tersebut," katanya.

Editor : Igoen Josef

Advertisement