Kab.Simalungun

Warga Perumahan Rorinata Sondiraya Tuntut Oknum ASN RS Bhayangkari, Tebing Tinggi Dihukum Berat dan Dipecat dari Tempat Kerjanya

Warga Perumahan Rorinata Sondiraya Tuntut Oknum ASN RS Bhayangkari, Tebing Tinggi Dihukum Berat dan Dipecat dari Tempat Kerjanya
Sabarman Saragih (baju batik), pelaku penembakan di Perumahan Rorinata Kelurahan Sondiraya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun saat menjalani pemeriksaan di Polres Simalungun. (Foto: isitmewa)

SIMALUNGUN, BEBASberita.com - Kasus penambakan empat warga Perumahan Rorinata Kelurahan Sondiraya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun dengan pelaku seorang oknum Aaparatur Sipil Negara (ASN) di Rumah Sakit Bhayangkari, Kota Tebing Tinggi, Sumatera Utara memasuki babak baru.

Polres Simalungun telah menahannya. KBO Satreskrim Polres Simalungun, IPDA Bilson Hutahuruk mengkonfirmasi, pihaknya juga telah menyita sejumlah barang bukti yang dijadikan pelaku dalam aksi brutalnya itu. Pelaku sendiri saat ini masih diperiksa penyidik.

"Tersangka pelaku telah diamankan dan sejak kejadian langsung dilakukan penahanan. Demikian juga dengan barang bukti, semua telah diamankan. Penyidik juga masih melakukan pemeriksaan," ujar IPDA Bilson kepada wartawan, Senin (29/12/2025).

Aksi brutal pelaku yang belakangan diketahui bernama Sabarman Saragih terjadi pada malam Natal, Rabu (24/12/2025) sekitar pukul 00.00 WIB. Kasus bermula dari rusaknya alat peraga Natal di gerbang masuk perumahan usai tertabrak mobil pelaku.

Sejumlah warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung menegur dan berbicara baik. Maksudnya agar pelaku mau bertanggungjawab. Namun entah setan apa yang merasuk, pelaku tiba - tiba murka. Kuat dugaan, pelaku yang merasa paling berwibawa di Komplek Perumahan Rorinata tak terima dengan teguran tersebut.

Tanpa tendeng aling - aling pelaku yang bekerja di Rumah Sakit Bhayangkari, Kota Tebing Tinggi itu langsung mengeluarkan senjata tajam, jenis parang dan menyabetkannya ke sejumlah warga tadi. Satu sabetan mengenai salah seorang warga.

Korban yang terkena sabetan tak tinggal diam, ia lalu berusaha merebut parang tersebut digenggaman pelaku. Namun sayang, upayanya merebut parang tak membuahkan hasil, pelaku langsung menyemprotkan cairan ke wajah korban dan mengenai matanya, hingga menjerit kesakitan.

Aksi brutal pelaku tidak berakhir disitu. Ia langsung mengeluarkan air soft gun jenis pistol (sebelumnya disebut laras panjang). Bak seorang koboy, pelaku menembaki warga yang menegurnya. Empat warga dilaporkan kena luka tembak. Satu diantara mengalami luka serius dengan luka tembak dibagian wajah, dan sampai saat ini korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sementara itu warga lain di Perumahan Rorinata yang mengatahui keributan tersebut mendatangi lokasi kejadian. Mereka marah dan kemudian melampiaskan emosinya dengan merusak rumah dan kendaraan pelaku. Pelaku sendiri akhirnya ditangkap lalu diserahkan ke pihak berwajib.

Salah seorang warga yang sengaja namanya dirahasiakan menyebutkan, di komplek perumahan tersebut pelaku dikenal arogan. Oleh karenanya warga disana meminta institusi tempat pelaku bedinas memecatnya. Sementara kepada pihak kepolisian yang menangani kasus tersebut untuk memprosesnya secara profesional.

"Selama ini memang pelaku ini dikenal arogan. Warga perumahan disini sudah pada tahu. Untuk itu, di kasus ini kami minta pelaku tidak hanya di hukum berat tapi juga di pecat dari institusinya bekerja," katanya.

Editor : Igoen Josef