Kab.Simalungun

Penembak Empat Warga Komplek Rorinata Simalungun Diduga PNS RS Bhayangkari

Penembak Empat Warga Komplek Rorinata Simalungun Diduga PNS RS Bhayangkari
Foto: korban dan rumah pelaku. (dok.istimewa)

SIMALUNGUN, BEBASberita.com - Peristiwa berdarah mewarnai malam Natal di Simalungun. Seorang pria bermarga Simarmata melakukan penembakan terhadap empat warga di Komplek Perumahan Rorinata, Kelurahan Sondi Raya, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, Rabu (24/12/2025) malam atau sekitar pukul 00.00 WIB.

Sejauh ini belum diketahui apa motif dibalik penembakan tersebut namun berdasarkan informasi yang dihimpun, kasus bermula dari perusakan alat peraga Natal yang diduga dilakukan pelaku di jalan masuk Komplek Perumahan Rorinata.

Empat warga masing - masing bernama Deardo Purba, Risjon Purba dan Putra Sinaga serta Toto Sumbayak, yang mengetahui kejadian itu lantas menegurnya. "Rupanya pelaku ini engga terima ditegur. Lalu dia menembaki empat warga tadi," ujar PS, inisial warga setempat.

Namun sebelum melakukan penambakan, lanjut sumber, di malam kejadian itu pelaku sempat mengaluarkan sebilah pisau. Tembakan pelaku dengan Air Soft Gun laras panjang salah satunya mengenai dada Dearado.

“Korban bernama Dearado terkena tembak dibagian dada, luka di kaki dan bengkak pada tangan,” jelasnya.

Kejadian malam Natal di Komplek Perumahan Rorinata benar - benar mencekam. Keributan itu kemudian memicu reaksi warga lainnya. Warga pun berdatangan dan langsung melampiaskan amarahnya dengan merusak rumah dan kendaraan pelaku serta mengamankan pelaku lalu menyerahkannya ke polisi.

"Warga berhasil mengamankan pelaku. Dan para korban langsung dibawa ke RSUD Tn Rondahaim," katanya.

Hingga saat ini, belum diperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian Resort Simalungun ikhwal peristiwa tersebut. Terduga pelaku yang juga warga Komplek Perumahan Rorinata disebut - sebut seorang PNS di Rumah Sakit Bhayangkari. Pelaku sendiri saat ini sedang menjalani pemeriksaan di Mapolres Simalungun. Sementara di rumah pelaku sudah nampak Police Line.

Editor : Igoen Josef